100+ Renungan Singkat Kristen Yang Menyentuh Hati

Pada kehidupan manusia pasti tidak selalu berada di posisi yang menyenangkan, oleh karena itu terkadang kita sebagai anak-anak Tuhan Yesus membutuhkan sebuah renungan singkat Kristen yang menyentuh hati supaya kita mendapat kedamaian di dalam hidup yang sedang kita jalani saat ini.

Perjalanan hidup yang tidak mudah, pasti membutuhkan sebuah pegangan hidup supaya kita tidak terjatuh. Bagi saya, Renungan Singkat Kristen ini menjadi sebuah hal yang paling penting di dalam perjalanan kerohanian saya.

Karena melalui Renungan Kristen yang kita baca setiap hari ini, tentu saja ada kekuatan atau hikmat dari Tuhan untuk melampaui setiap masalah di dalam kehidupan kita. So, kali ini kami ingin mengajak saudara/i yang terkasih di dalam Tuhan Yesus untuk membaca renungan Kristen singkat yang menyentuh hati untuk menambah keimanan kita semua.

Kumpulan Renungan Kristen Singkat Yang Menyentuh Hati Update Setiap Hari

Di bawah ini merupakan kumpulan renungan saat teduh singkat Kristen yang dapat membuat hati kita menjadi tenang dan memberikan kekuatan.

1. Tidak Harus WAH

Renungan Kristen
Renungan Kristen

Pada sebuah acara kebangunan rohani, ada seorang pemuda yang melihat seorang hamba Tuhan yang berapi-api menyampaikan firman Tuhan sehingga banyak sekali orang yang menjadi pengikut Yesus.

Bahkan juga banyak orang yang menerima mujizat kesembuhan, “wow luar biasa” ucap pemuda di dalam hati.

Ketika perjalanan menuju rumah, seorang pemuda tersebut melihat anak kecil sedang menggendong adiknya yang lumpuh sambil menyanyikan lagi “Tuhan Yesus Baik”.

Ia melihat bahwa anak tersebut sangat bersuka cita, dan pemuda tersebut sangat kagum melihat peristiwa tersebut.

Tuhan berfirman kepada nabi Elia, keluarlah dan berdiri di atas gunung itu dihadapan Tuhan. Tak lama kemudian datang angin besar dan sangat kuat serta disusul dengan gempa bumi dan api.

Ketiga hal tersebut merupakan peristiwa spektakuler. Angin tersebut mampu membelah gunung dan bukit batu tersebut.

Gempa membuat semuanya hancur dan api menghanguskan semua yang ada di bumi. Tetapi pada saat itu Tuhan sedang tidak ada disana.

Setelah ketiga peristiwa tersebut berhenti maka datang angin sepoi-sepoi yang sangat sejuk. Tidak ada sesuatu yang menarik dari peristiwa angin sepoi-sepoi ini.

Tetapi ternyata Tuhan hadir disana, ia menyelubungi wajahnya kemudian berbicara dengan-Nya.

Saat ini tidak sedikit yang mendambakan sesuatu yang WOW, dan meremehkan hal yang terlihat biasa. Rumah harus mewah, pekerjaan dan masa depan harus gemilang, pelayanan yang berapi-api, pasangan yang keren dan hal lainnya spektakuler.

Padahal untuk bisa merasakan kehidupan yang damai ini tidak semua harus spektakuler. Melalui hal yang sederhana saja, Tuhan mampu menyatakan kasihNya kepada setiap hamba-Nya.

Oleh karena itu melalui renungan singkat kristen ini kita tidak boleh meremehkan hal yang sederhana dan biasa karena bisa jadi hal sederhana itu yang mampu merubah kehidupan kita.

2. Tuhan Yang Berkuasa Bukan Kita

Di dalam kehidupan kita pasti ada musim naik dan turun, karena tidak selamanya kita berada di atas atau di posisi yang enak.

Ada kalanya Tuhan izinkan kita mengalami turunan dan ada kalanya juga kita mengalami goncangan dan ada kalanya kita juga diizinkan mengalami nanjak, naik dan diberkati.

Saat ini mungkin banyak di antara kita yang tidak bisa menghandle ketika kita sedang mengalami penurunan. Bahkan sering kali kita menyalahkan Tuhan ketika mengalami keadaan tersebut.

Karena kita mau di dalam kehidupan kita selalu di atas dan menikmati semua berkat Tuhan yang begitu nikmat.

Hal tersebut Tuhan izinkan karena ketika kita sedang mendapatkan berkat dan semua kegiatan kita tidak mengalami kendala pasti kita akan lupa ke Gereja, lupa berdoa, bahkan lupa bahwa yang berkuasa di atas diri kita itu Tuhan sendiri.

Bahkan kita bisa lupa butuh Tuhan ketika mengalami semua berkat dan hidup enak.

Ingat saudara bahwa tidak selamanya penuruan itu buruk dan tidak selamanya penaikkan itu baik.

Ingat Yeremia 17:7 “diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.

Amin.

3. Perumpamaan Tentang Domba Yang Hilang

Ayat Alkitab untuk renungan singkat Kristen hari ini 10 September 2021, terambil dari Kitab Matius 18:12-20.

Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

“Matius 18:13”

Diantara kita pasti pernah merasakan kehilangan entah itu barang atau orang yang kita sayangi. Namun alangkah senangnya ketika kita bisa menemukan kembali barang atau orang yang kita sayang. Demikianlah yang telah Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-muridnya saat menjadi Gembala.

Ia mengumpamakan tentang domba yang hilang dan bertemu kembali oleh pemiliknya. Jika kamu seorang gembala memiliki banyak domba, saat itu juga ada 1 ekor domba yang tersesat maka kamu pasti akan mencari 1 ekor domba yang tersesat terus.

Karena ketika kamu menemukan 1 ekor domba yang tersesat dan hilang, kamu pasti akan merasakan kesenangan yang lebih besar bibandingkan menggembala banyak domba yang tidak tersesat.

Dari situlah Tuhan Yesus menekankan point penting tentang perumpamaan domba yang hilang. Karena pemilik domba akan lebih bahagia ketika bisa menjumpai seekor domba yang tersesat dan hilang.

Dari perumpamaan tersebut kita bisa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, karena begitu besar kasih Allah Bapa kepada anak-anakNya. Ia tidak menginginkan seorang pun dari anak anak Nya yang hilang, sebab itu Tuhan selalu mencari semua umat-Nya yang hilang untuk dibawa kembali pulang.

Dalam cerita Alkitab para murid bukanlah binatang domba, melainkan hanya perumpamaan saja. Bahwa mereka adalah seorang manusia yang berhak memberikan teguran kepada temannya saat sedang berbuat dosa bahkan menyimpang dari jalan yang sudah di tetapkan oleh Allah.

Sebagai seorang murid, ia dapat memberikan nasihat secara pribadi bahkan dengan banyak saksi dihadapan seluruh jemaat. Hal itu bertujuan agar bisa mendapatkan saudaranya kembali kepada jalan yang sudah di tetapkan oleh Tuhan.

Namun ketika orang yang tersesat itu susah untuk dinasihati dan melawan, maka akan dikucilkan (Matius 18:15-17). Didalam kitab tersebut, Tuhan Yesus memberikan wewenang kepada semua murid untuk menentukan menerima atau tidaknya sesorang yang hidup berjemaat bersama mereka pada waktu itu.

Renungan Singkat Kristen Tentang Kasih ini selalu mengajarkan begitu besarnya kasih Allah kepada setiap umat-Nya yang tersesat dan hilang. Disitu Tuhan Yesus menegaskan kepada kita semua bahwa Allah Bapa tidak akan membiarkan kita semua tersesat, Ia selalu mencari kita dan meluruskan jalan yang sedang kita tempuh.

Demikianlah kita harus saling menegur ketika teman ada yang sedikit menyimpang untuk kembali ke jalan yang benar. Namun kita tidak boleh menghakimi, melainkan selalu mengasihi semua orang.

Puji Tuhan, syukur kepada Allah.

4. Menjalani Hidup Tanpa Sandiwara

Ayat alkitab yang kami ambil berasal dari 2 petrus 1:16. Kalian bisa membaca melalui alkitab masing-masing atau membaca ringkasan alkitab yang sudah kami sediakan berikut ini.

“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.”

(2 Petrus 1:16)

Sudah membaca ayat alkitab diatas? Langsung saja kita simak sedikit ilustrasi pada ulasan dibawah ini.

Didalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia sebuah “Dongeng” merupakan sebuah cerita Fiktif yang bisa dikatakan tidak sebenarnya terjadi. Beberapa orang mengatakan kisah diceritakan melalui dongen itu hanyalah ilusi atau hayalan jaman dahulu.

Tetapi apakah sobat pernah mengetahui bahwa saat inilah “Dongeng” sangat dicari-cari tak terkecuali orang Kristen.Didalam alkitab 2 timotius 4:4 dikatakan bahwa “mereka seringkali lebih menyukai khutbah “ringan” yang meninabobokan, khutbah yang bisa membuat tertawa lepas, khutbah yang menghibur. Melihat ayat diatas saya lumayan tersentuh dan sadar bahwa saat ini Gereja menjadi tempat sekudner untuk mencari kesenangan dan bertemu dengan teman dan tidak semata-mata mencari Tuhan.

Sehingga tidak sedikit juga orang-orang yang menjadikan “Gereja” sebagai tempat mencari eksistensi saja dan menjadi mirip seperti sebuah Dongeng yang penuh dengan kepalsuan dan kepura-puraan.

Sekarang juga banyak yang menjadi pelayanan Tuhan hanya sebagai tokoh yang memerankan sebuah perintah seperti halnya “sinetron”. Kenapa bisa begitu? Karena banyak yang tidak sesuai antara kehidupan saat berpelayanan dengan kehidupan aslinya.

Karena hal itulah yang menjadi zona nyaman bagi para hamba Tuhan. Banyak yang menggunakan cara tersebut agar para jemaat senang dan betah Ketika berkehidupan di Gereja.

Firman Tuhan yang keras dan tegas pasti tidak disukai oleh banyak orang, karena mereka menganggap akan menghalangi kesenangan dagingnya sendiri.

Tentu saja itu hanyalah siasat Iblis, jika kita menerima Firman Tuhan dengan hati yang gembur tanpa disadari Firman Tuhan tersebut akan tubuh subur dan membangun diri kita dari kehidupan rohani dan menjauhkan dari dosa.

Sesuai yang dituliskan didalam kitab Ibrani 5:13-14: “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat”

Oleh karena itu supaya kita tidak terjebak dalam jebakan Iblis, maka kita perlu rajin membaca renungan singkat Kristen setiap hari baik waktu pagi, siang dan malam.

Karena dengan inilah jiwa dan roh kita akan terbanung dan menjadi pengikut Tuhan Yesus yang bersungguh-sungguh.

Baca Juga: Kumpulan Renungan Remaja Kristen Terbaru 2022

5. Renungan Singkat Kristen Bergantung Pada Tuhan Bukan Manusia

Di dalam Alkitab Daud belajar setiap kali menghadapi masalah dia tidak gentar.

Dalam kitab Mazmur 144:1, Daud berkata “Terpujilah Tuhan gunung batuku yang mengajar tanganku untuk bertempur dan jari-jariku untuk berperang”

Daud itu tidak lari ketika menghadapi masalah tapi dia percaya dengan pertolongan Tuhan, dia bisa menang melawan singa dan beruang.

Tahukah anda, bahwa semakin banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan semakin besar musuh yang bisa kita kalahkan, semakin cakap kita menghadapi persoalan.

Ketika menghadapi persoalan banyak orang Kristen mentalnya cengeng, pengecut dan mudah menyerah. Ketika menghadapi masalah dan tantangan mari belajar dari Daud.

Perlakuan orang terhadap dia bahkan orang terdekatnya dan orangtuanya sendiri tidak membuat Daud lemah tapi sudah out dan bangkit serta menaruh kepercayaannya kepada Tuhan.

Anak-anak muda saya mau katakana, kita nggak bisa pilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa mengendalikan bagaimana orang memperlakukan kita, kita tidak bisa pasang papan nama didada kita dan berkata Jangan Sakiti saya.

Kita tidak bisa menghentikan badai yang menerpa persoalan yang datang dalam hidup kita. Tapi apa reaksi kita saat menentukan apa yang akan datang kemudian.

Berserulah kepada Tuhan dan jangan kepada manusia setiap kali menghadapi masalah dalam hidup pergumulan hidup ini, nomor satu Datanglah kepada tuhan.

Note: Jangan pernah sekalipun kita meninggalkan Tuhan, karena Ia memiliki kuasa mengatasi segala persoalan yang ada didalam hidup kita.

6. Renungan Singkat Kristen Tentang Misteri Allah [Ayub 40]

Ayub 40:3 “Apakah engkau hendak meniadakan pengadilanKu, mempersalahkan Aku, supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

Tuhan merasa tersinggung karena sikap ayub dan teman-temannya yang memperdebatkan untuk membenarkan diri. Seolah-olah disini Tuhan bukanlah Subyek melainkan Objek yang dipakai untuk membenarkan diri sendiri.

Di situ Ayub merasa paling kuat sehingga Tuhan memberikan perumpamaan tentang Kuda Nil dan Buaya, manakah yang lebih kuat? perumpamaan tersebut ditunjukan untuk Ayub agar mengerti bahwa tidak ada yang dapat menaklukan kedua hewan tersebut kecuali Tuhan.

Pada saat itu, Ayub dipersilahkan oleh Tuhan untuk membandingkan dirinya dengan Tuhan, apakah lebih kuat Ayub?

Dari renungan singkat ini kita bisa memahami bahwa tidak ada yang lebih kuat daripada kuasa Tuhan. Kita tidak perlu memegahkan diri karena kekuatan pribadi dan mencari pembenaran. Kita harus merasa rendah dan tidak layah.

Ketika kamu sedang berada di titik paling bawah kehidupan, kamu akan merasakan kuasa Tuhan. Kasih Tuhan akan senantiasa memberikan kekuatan untuk dirimu dan memberikan kekuatan untuk menghadapi masalah tersebut.

7. Renungan Singkat Pertobatan

Untuk bacaan Alkitab renungan singkat kristen dengan tema pertobatan ini terambil dari Yehezkiel 33:19.

Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, dosa dan kebiasaan mengikuti dan menjadi bagian dari manusia.

Sehingga kita dilahirkan ke dunia dengan segala kecenderungan hati untuk selalu berbuat jahat dan penuh dengan hawa nafsu.

Maka sesungguhnya kita adalah orang-orang berdosa yang pantas mendapat hukuman dari Tuhan.

Tetapi marilah kita bersyukur kepada Allah, Bapa kita, yang karena kasih-Nya menyerahkan Putra-Nya Yesus Kristus untuk mati di kayu salib.

Darah Kristus mendamaikan kita dengan Tuhan, kita bukan lagi musuh Tuhan melainkan anak-anak-Nya.

Dengan begitu seharusnya kita merenungi apa yang sudah kita lakukan di kehidupan kita saat ini.

Betapa baik dan penuh kasih Tuhan terhadap diri kita. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik untu Tuhan?

Dengan renungan singkat kristen ini alangkah baiknya kita semua menjadi sadar dan kembali merefleksikan diri terhadap apa yang sudah kita dapat berikan kepada Tuhan.

Yang Tuhan mau sebenarnya kita bertobat dan kembali ke jalan yang sudah menjadi pilihan  Tuhan dan melakukan Firman-Nya.

Doa Penutup Renungan Singkat

Terimakasih Tuhan Yesus atas renungan singkat yang Engkau berikan kepada kami sehingga kami boleh menikmati Firman Mu saat ini.

Ampuni kami ya Tuhan karena sampai saat ini kami sering jauh dari perintah Tuhan dan masih memiliki hati yang keras.

Pimpin kami ya Tuhan supaya kedepannya kami boleh menjadi pelayan Tuhan yang dapat melakukan kehendakMu, karena kami tahu bahwa orang yang melakukan kehendak Tuhan akan hidup selama-lamanya.

Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.