Pembukuan Akuntansi : Metode Pencatatan, Kelebihan & Kekurangan

pembukuan akuntansi

Apa itu pembukuan Akuntasi ?

Belajarbersamayudha.com – Pembukuan Akuntansi atau yang lebih sering dikenal sebagai book keeping merupakan sebuah aktivitas mencatat transaksi keuangan ke dalam catatan akuntansi. Pembukuan merupakan tugas bagi seorang akuntan yang bisa di katakan sebagai basic dalam mempelajari transaksi keuangan.

Didalam sebuah pembukuan akuntansi terdapat 2 metode yakni : Metode Entri Ganda dan Metode Entri Tunggal.

Metode Pembukuan Tunggal

Metode pembukuan tunggal dalam sebuah catatan akuntansi merupakan sebuah sistem dalam akuntansi dimana pencatatan dari setiap kejadian dalam akuntansi hanya dilakukan sekali dalam setiap kejadian. Sistem pembukuan ini dikenal dengan sistem pembukuan tata buku.

Metode Pembukuan Ganda

Berbeda dengan sistem pembukuan tunggal, karena dalam sistem pembukuan ganda ini setiap kejadian atau transaksi dalam akuntansi akan di catat sebanyak dua kali. Jadi dalam pencatatan tersebut ada 2 buah rekening yakni debit dan kredit.

Baca Juga:

Read More : Investasi dan Trading Saham Indonesia 

apa yang di maksud dengan akrual basis dan cash basis?

akrual basis dan cash basis merupakan sebuah dasar dalam pencatatan pembukuan akuntansi yang perlu di periapkan oleh akuntan dalam membuat laporan keuangan perusahaan. dan berikut ini adalah penjelasan lengkapnya

Cash and Accrual Basis

Ketika kita akan mencatat keuangan dalam perusahaan terlebih dahulu kita harus memiliki sebuah basis dari akuntansi tersebut. Jadi tujuannya kita memakai basis akuntansi adalah untuk mengetahui waktu untuk mengakui sebuah kejadian atau sebuah transaksi.

Didalam sebuah perusahaan ketika menjalankan sebuah pembukuan akuntansi tentu memiliki sebuah basis akuntansi. Dan basis akuntasi dalam perusahaan tersebut terbagi menjadi 2 yakni basis akrual dan basis kas. Setiap basis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan cash and acrual basis.

Accrual Basis

Pencatatan akutansi dengan basis akrual adalah sebuah metode dalam mencatat transaksi akuntansi meskipun ketika terjadi transaksi kas tersebut belum diterima. Nilai plus dari metode ini adalah keakuratanya yang terjamin. Dengan metode ini kita juga bisa mengukur dengan mudah aset, ekuitas maupun kewajiban dalam perusahaan.

Apabila perusahaan sudah di berikan kewenangan untuk menagih hasil transaksi maka dari situ pendapatan baru boleh di akui. Dengan metode tersebut pengeluaran dan penerimaan kas tidak tidak terlalu di perhatikan. Ketika kewajiban membayar sudah di tetapkan maka baru boleh mengakui biaya dalam metode basis akrual ini meskipun kas dimiliki perusahaan belum di keluarkan

Kelebihan Accrual Basis :

berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki basis akrual :

  1. Lebih efekti dan efisien ketika perusahaan akan mengukur aset, ekuitas maupun kewajiban
  2. Dikarenakan setiap transaksi selalu di catat sehingga menimbulkan keakuratan dalam sebuah informasi

Kekurangan Accrual Basis :

Selain memiliki kelebihan pasti basis akrual ini juga memiliki kelemahan. Dan berikut ini adalah kelemahannya.

  1. Penerimaan kas tidak bisa ditentukan
  2. Pendapatan yang tidak bisa ditagih memiliki resiko yang besar

Cash basis ( Basis Kas )

sesuai dengan namanya bahwa pencatatan basis kas ini hanya terjadi pencatatan dengan ketentuan adanya pengeluaran dan penerimaan kas. Jadi kesimpulanya transaksi selain pemasukan dan pengeluaran kas tidak boleh dicatat dengan metode ini.

Contoh : ketika perusahaan menerima pendapatan tetapi uang belum diterima perusahaan maka itu semua tidak akan dicatat dalam metode peembukuan basis kas.

Kelebihan Cash Basis ( Basis Kas ) :

  1. Perusahaan dapat mengakui pendapatan secara langsung ketika sudah menerima kas
  2. Risiko pendapatan yang tidak tertagih lebih kecil dibandingkan dengan metode akrual basis

Kelemahan Cash Basis ( Akrual Basis )

  1. Informasi yang diberikan bersifat real time sehingga kurang akurat

Akuntasi Perpajakan

akuntansi perpajakan

Akuntasi perpajakan sangat perlu di pahami seseorang yang berkecimpung di dunia perpajakan, secara khusus adalah wajib pajak. Tujuan dari akuntansi perpajakan adalah untuk menghitung pajak dengan benar dan akurat.

Pengertian dari Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan didalam perusahaan sangat perlu jadi perusahaan akan menghitung berapa biaya pajak yang harus di bayar. Secara sederhana akuntansi perpajakan bisa di artikan dengan sebuah pencatatan keuangan didalam perusahaan yang berguna untuk menghitung berapa besar pajak yang harus di bayarkan oleh perusahaan tersebut.

Hal yang mendasar dan menjadi perbedaan antara akuntansi keuangan dan perpajakan adalah jika akuntansi perpajakan yang di catata dan di hasilkan adalah berhubungan dengan pajak dalam perusahaan sedangkan akuntansi keuangan adalah aktivitas keuangan di perusahaan yang dicatat untuk melaporkan kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Seperti yang sudah saya ulas diatas tentang akuntansi perpajakan yang memiliki sebuah fungsi untuk mengetahui berapa besar pajak yang harus dibayar. Selain itu juga memiliki beberapa fungsi antara lain :

  1. Bisa digunakan untuk dokumentasi perusahaan untuk membandingkan dan mengetahui kondisi perusahaan tersebut
  2. Berfungsi untuk memberikan informasi yang jelas dari perusahaan tersebut ketika ada investor yang akan menginvestasikan
  3. Bahan pertimbangan dan evaluasi untuk pembayaran pajak yang akan di bayarkan tahun mendatang
  4. Dari hasil perhitungan pajak maka perusahaan juga bisa mengetahui berapa besar pajak yang harus dibayar pada masa yang akan datang

Read More : Kelebihan dan Kekurangan Komputerisasi Akuntansi

nah itulah beberaba ringkasan singkat tentang pengertian pembukuan akuntansi sederhana, metode pembukuan akuntansi dan dasar  akuntasi perpajakan yang harus kalian pahami. semoga artikel ini bermanfaat terimakasih

Tinggalkan Komentar

error: Content is protected !!